Buku ini membahas konsep dasar self-care beserta dimensi-dimensinya, pengertian burnout, gejala, serta faktor faktor penyebab burnout pada konselor. Selain itu, buku ini juga menguraikan hubungan self-care dengan kode etik profesi konseling serta dampak burnout terhadap kualitas layanan, seperti menurunnya empati, efektivitas layanan, dan meningkatnya risiko pelanggaran etika profesi. Pembahasan lebih lanjut dilengkapi dengan strategi pencegahan dan penanganan burnout, baik pada tingkat individu maupun institusi, serta pentingnya membangun budaya self-care dalam profesi Bimbingan dan Konseling.